Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
13 Agustus 2026 | 16:18:49 WIB


Kejaksaan Tinggi Bekali Mahasiswa UBB dengan Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan Berintegritas


BANGKA, UBB — Rangkaian hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bangka Belitung (UBB) Tahun 2026 berlangsung pada Selasa (11/8/2026) di Gedung Balai Utama De Universitaria, Kampus Terpadu UBB. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan mengenai manajemen dan kepemimpinan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang inovatif, kolaboratif, dan berintegritas.

Materi bertajuk “Manajemen dan Kepemimpinan (Penguatan Kompetensi Manajerial dan Kepemimpinan untuk Mahasiswa yang Inovatif, Kolaboratif, dan Berintegritas)” disampaikan oleh narasumber dari Kejaksaan Tinggi, Dr. (C) Belmento, S.H., M.H.

Dalam pemaparannya, Belmento menjelaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian. Beberapa di antaranya adalah kurangnya rasa percaya diri, kepemimpinan yang masih berorientasi pada jabatan, kurangnya integritas, sulit menerima kritik dan masukan, kurangnya kemampuan membangun kerja sama, serta kurangnya kemampuan beradaptasi.

“Permasalahan kepemimpinan mahasiswa antara lain kurangnya percaya diri, kepemimpinan yang masih berorientasi pada jabatan, kurangnya integritas, sulit menerima kritikan dan masukan, kurangnya kemampuan membangun kerja sama, dan kurangnya kemampuan beradaptasi,” ujar Belmento.

Menurutnya, kepemimpinan tidak semata-mata tentang jabatan atau posisi yang dimiliki seseorang. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memberikan pengaruh positif, mengambil tanggung jawab, membangun kepercayaan, serta mampu menggerakkan diri dan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Karena itu, mahasiswa perlu mulai membangun kepercayaan diri dan keberanian untuk mengambil peran tanpa menjadikan jabatan sebagai tujuan utama. Kepemimpinan seharusnya ditunjukkan melalui tindakan, keteladanan, tanggung jawab, serta kemampuan memberikan kontribusi bagi lingkungan.

Belmento juga menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dan masukan. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki kemauan untuk belajar dari berbagai perspektif dan menjadikan kritik sebagai bagian dari proses evaluasi serta pengembangan diri.

Selain itu, kemampuan membangun kerja sama dan beradaptasi menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa. Lingkungan akademik dan kehidupan bermasyarakat menghadirkan berbagai latar belakang, karakter, dan pandangan yang berbeda sehingga mahasiswa perlu mampu berkomunikasi, berkolaborasi, serta menyesuaikan diri dengan perubahan.

Dalam konteks pembentukan karakter, Belmento menegaskan bahwa karakter tidak hanya tercermin dari apa yang seseorang katakan, tetapi juga dari sikap dan tindakan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Berkarakter adalah menjadi pribadi yang utuh dalam sikap dan tindakan yang berlandaskan nilai-nilai luhur,” ujar Belmento.

Menurutnya, karakter yang kuat menjadi landasan penting bagi mahasiswa dalam menjalankan peran, membangun hubungan dengan orang lain, mengambil keputusan, serta menghadapi berbagai tantangan secara bertanggung jawab. Dengan karakter yang baik, kemampuan intelektual dan kepemimpinan mahasiswa dapat diarahkan untuk memberikan manfaat dan dampak positif bagi lingkungan.

Ia juga mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan. Sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, konsisten terhadap nilai-nilai yang baik, serta berani mengambil keputusan yang benar perlu dibangun sejak mahasiswa agar kelak mampu menjadi pemimpin yang dapat dipercaya.

Melalui materi tersebut, mahasiswa baru UBB diharapkan mampu memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang menjadi orang yang berada di depan, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu menjadi teladan, membangun kolaborasi, menerima masukan, beradaptasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Pembekalan ini sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan melalui pengalaman akademik, organisasi, maupun berbagai aktivitas kemahasiswaan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga karakter dan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan hari kedua PKKMB UBB 2026 tersebut sejalan dengan semangat “Bertumbuh dengan Ilmu, Berkarakter melalui Nilai, Berdampak bagi Bangsa”. Melalui rangkaian pembekalan ini, mahasiswa baru diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, inovatif, kolaboratif, adaptif, dan berintegritas serta siap memberikan kontribusi positif bagi kampus, masyarakat, dan bangsa. (Humas UBB)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z